MAKASSAR – Tingginya kasus kecelakaan lalu lintas pada usia produktif (15–25 tahun) yang mencapai 75% mendorong Jasa Raharja Wilayah Sulawesi Selatan mengambil langkah proaktif. Jasa Raharja menggandeng Dinas Perhubungan Kota Makassar, Dinas Pendidikan, Kejaksaan Tinggi, dan Polrestabes Makassar untuk menggelar edukasi keselamatan berlalu lintas di SMKN 3 Makassar pada Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter pelajar yang cerdas, tertib, dan berdisiplin tinggi di jalan raya melalui sosio-engineering, kampanye keselamatan, hingga aksi nyata mengajak siswa menjadi pelopor keselamatan. Di samping itu, para pelajar juga diedukasi tentang pentingnya ketaatan membayar pajak kendaraan bermotor serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sejak dini.
Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Selatan, Arny I. Tenriajeng, menegaskan pentingnya peran aktif generasi muda dalam menekan angka fatalitas di jalan raya. Beliau menyampaikan:

“Kami sengaja menyasar kalangan pelajar karena usia 15 hingga 25 tahun mendominasi angka kecelakaan saat ini. Melalui kolaborasi bersama stakeholder ini, kami ingin menanamkan budaya tertib berlalu lintas serta kesadaran hukum sejak dini, agar para siswa tidak hanya menjadi pengendara yang cerdas dan taat pajak, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan bagi sesama.”
Melalui sinergi ini, Jasa Raharja Sulsel berharap kesadaran pelajar di Makassar meningkat secara signifikan sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan. Sebab, jalan raya bukanlah sirkuit balap; aksi “ngebut-ngebut” atau pamer kebolehan motor demi konten media sosial justru sering kali berujung pada petaka yang merenggut masa depan diri sendiri maupun orang lain di jalan.
