Surabaya, 23 September 2026 — Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Jawa Timur kembali memperkuat koordinasi lintas stakeholder dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi melalui pembahasan analisa dan evaluasi kecelakaan serta penanganan titik rawan kecelakaan (blackspot) di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Forum LLAJ Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Gedung Pratisara Wirya Lantai 2, Surabaya, dihadiri oleh unsur lima pilar keselamatan transportasi dan stakeholder terkait. Forum ini menjadi wadah koordinasi untuk mengidentifikasi permasalahan keselamatan lalu lintas sekaligus menyusun langkah intervensi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi.
Dalam pembahasan, peserta forum menekankan bahwa penanganan titik rawan kecelakaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karakteristik dan faktor penyebab kecelakaan dapat berkaitan dengan kondisi jalan, sarana dan prasarana lalu lintas, kendaraan, perilaku pengguna jalan, hingga aspek pelayanan dan penanganan korban kecelakaan. Karena itu, koordinasi lintas stakeholder diperlukan agar setiap permasalahan dapat ditindaklanjuti melalui intervensi yang tepat.
Optimalisasi Teknologi untuk Mendukung Keselamatan
Salah satu fokus utama forum adalah optimalisasi pemanfaatan MQR (Mahameru Quick Response) sebagai instrumen pendukung intervensi keselamatan transportasi.
MQR merupakan platform digital terintegrasi yang mendukung pemantauan operasional Ditlantas Polda Jawa Timur dan Satlantas Polres jajaran, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan preventif dan peningkatan kecepatan respons berbasis data serta informasi secara real-time.
Dalam implementasinya, MQR dilengkapi dengan fitur live stream dan pemantauan titik pantau yang memungkinkan pemantauan 1.361 titik CCTV pada jaringan jalan arteri dan jalan tol di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur melalui peta digital berbasis Geographic Information System (GIS). Selain itu, fitur dashcam telah terpasang pada 114 kendaraan dinas, sehingga dapat mendukung pemantauan posisi kendaraan dan live streaming selama kegiatan patroli maupun pengawalan.

Menuju Ekosistem Keselamatan Transportasi Terintegrasi
Forum juga membahas pengembangan MQR BERAKSI sebagai penyempurnaan sistem MQR. Pengembangan ini diarahkan untuk memberikan ruang keterlibatan bagi stakeholder sesuai dengan tugas, fungsi, peran, dan kewenangannya.
Melalui MQR BERAKSI, kegiatan keselamatan transportasi diharapkan dapat terdokumentasi dan terintegrasi dalam satu sistem. Setiap stakeholder nantinya dapat berkontribusi melalui penginputan dan pembaruan data, pemanfaatan informasi sesuai kewenangan, dokumentasi pelaksanaan intervensi, hingga pemantauan tindak lanjut penanganan permasalahan.
Integrasi tersebut diharapkan membentuk suatu siklus keselamatan transportasi yang lebih terstruktur, mulai dari data, identifikasi masalah, intervensi, monitoring, evaluasi hingga tindak lanjut.
Kolaborasi Menjadi Kunci Penanganan Blackspot
Melalui forum tersebut, seluruh stakeholder menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menangani titik rawan kecelakaan. Ketersediaan data CCTV, live stream, GIS, dan dashcam dapat mendukung penyediaan informasi secara real-time, sementara integrasi data dari berbagai stakeholder diperlukan agar proses identifikasi permasalahan dan penentuan intervensi dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Sebagai tindak lanjut, forum mendorong penyempurnaan fitur MQR BERAKSI, pemetaan peran dan kewenangan stakeholder, penyusunan mekanisme input serta pembaruan data, inventarisasi kegiatan keselamatan transportasi, integrasi dokumentasi intervensi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.
FLLAJ Jawa Timur diharapkan terus menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi lintas stakeholder dalam mendukung peningkatan keselamatan transportasi. Optimalisasi MQR dan pengembangan MQR BERAKSI diharapkan semakin memperkuat keterhubungan antara data, informasi, koordinasi, intervensi, dan evaluasi, sehingga penanganan titik rawan kecelakaan di Jawa Timur dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Keselamatan lalu lintas bukan hanya tentang memperbaiki jalan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan berkendara yang aman dan membangun budaya tertib berlalu lintas secara bersama.
