Gresik, 6 Juli 2026 – Forum Komunikasi Lalu Lintas (FLLAJ) Kabupaten Gresik menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Pendapatan Daerah dan Peningkatan Sadar Keselamatan di Kabupaten Gresik pada Senin (6/7) di Ruang Rapat Satlantas Polres Gresik. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Tim Pembina Samsat, yaitu Kepolisian, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, serta pemangku kepentingan terkait sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa Kabupaten Gresik sebagai kawasan industri, perdagangan, dan logistik memiliki mobilitas kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi tersebut memberikan potensi besar terhadap peningkatan penerimaan daerah, namun di sisi lain juga dihadapkan pada tantangan berupa masih rendahnya kepatuhan masyarakat dalam melakukan registrasi ulang kendaraan bermotor dan pembayaran PKB serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), yang beriringan dengan masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Gresik menegaskan bahwa FLLAJ merupakan wadah strategis dalam menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan sistem transportasi jalan yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor sekaligus menekan angka kecelakaan melalui edukasi, penegakan hukum, rekayasa lalu lintas, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai anggota FLLAJ, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya preventif melalui edukasi keselamatan kepada masyarakat, pemanfaatan analisis data kecelakaan untuk penanganan titik rawan (blackspot), peningkatan kepatuhan pembayaran SWDKLLJ dan PKB bersama Tim Pembina Samsat, serta memastikan korban kecelakaan yang memenuhi ketentuan memperoleh pelayanan penjaminan dan santunan secara cepat, tepat, dan transparan.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik berkomitmen memperkuat keselamatan transportasi melalui peningkatan kualitas infrastruktur jalan, optimalisasi manajemen dan rekayasa lalu lintas, edukasi keselamatan kepada masyarakat, pengawasan angkutan dan kelaikan kendaraan, serta penguatan sinergi antarinstansi.
Sebagai tindak lanjut, FLLAJ Kabupaten Gresik menetapkan sejumlah target program kerja tahun 2026, antara lain penanganan titik rawan kecelakaan berdasarkan hasil analisis bersama, peningkatan pemasangan dan perbaikan perlengkapan jalan, pelaksanaan audit keselamatan jalan, sosialisasi keselamatan kepada ribuan pengguna jalan, serta penurunan angka kecelakaan lalu lintas melalui kolaborasi seluruh anggota forum.
Rapat juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan terpadu berupa Operasi Gabungan, Ramp Check, Samsat Keliling yang menyasar kawasan industri, serta kampanye keselamatan di berbagai titik rawan kecelakaan di Kabupaten Gresik. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban administrasi kendaraan bermotor sekaligus membangun budaya tertib dan berkeselamatan berlalu lintas.
Melalui sinergi yang berkelanjutan antara Kepolisian, Pemerintah Kabupaten Gresik, Bapenda, Dinas Perhubungan, PT Jasa Raharja, dan seluruh pemangku kepentingan, FLLAJ optimistis target peningkatan pendapatan daerah serta penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Gresik dapat tercapai secara berkelanjutan. (isp)
