SIDOARJO (20/05/2026) – Sebagai bagian dari pilar pencegahan kecelakaan lalu lintas serta upaya menekan tingkat fatalitas korban di jalan raya, Jasa Raharja Sidoarjo bersinergi dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan menggelar kegiatan sosialisasi Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) sekaligus pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di sekolah SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Sidoarjo.
Program PPKL merupakan salah satu langkah strategis Jasa Raharja untuk melibatkan ekosistem pendidikan, khususnya para guru dan elemen sekolah, agar dapat menjadi agen perubahan (agent of change) dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada para siswa secara berkelanjutan. Di sisi lain, pembekalan materi PPGD diberikan guna memberikan keterampilan taktis penanganan medis darurat jika terjadi insiden di lingkungan sekitar.
Hadir sebagai narasumber utama dari Jasa Raharja Sidoarjo, Abdul Rozak Al Akbari selaku petugas sosialisasi. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif sekolah dalam memonitor dan mengedukasi siswa mengenai risiko berkendara di jalan raya, serta menjelaskan fungsi utama Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan angkutan umum dan lalu lintas jalan.
“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Melalui program PPKL ini, kami berharap para guru dapat terus menyisipkan pesan-pesan keselamatan kepada para siswa sebelum dan sesudah jam pelajaran. Hal kecil seperti mengingatkan penggunaan helm standar dan tidak ngebut di jalan bisa menyelamatkan banyak jiwa,” ujar Abdul Rozak Al Akbari dalam sesinya.
Sesi dilanjutkan dengan simulasi dan pelatihan praktik Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang dipandu secara profesional oleh Tim Kesehatan dari Rumah Sakit Umum Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo. Para peserta yang terdiri dari perwakilan guru dan siswa diberikan pemahaman mengenai cara melakukan penanganan awal pada korban kecelakaan secara cepat dan tepat sebelum bantuan medis tiba.

Beberapa materi krusial yang dipraktikkan meliputi prosedur aman dalam mengevakuasi korban dari area bahaya jalan raya, teknik pembidaian dan pembalutan untuk menangani patah tulang atau pendarahan luar, hingga langkah-langkah Resusitasi Jantung Paru (RJP) dasar pada kondisi henti napas.
Pihak sekolah SMA Muhammadiyah 3 Tulangan menyambut baik program kolaboratif ini. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa yang disiplin di jalan raya sekaligus membangun kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi situasi darurat medis.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara Jasa Raharja, fasilitas kesehatan, dan lembaga pendidikan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sidoarjo, khususnya yang melibatkan kalangan usia produktif atau pelajar, dapat ditekan secara signifikan. (icha)
