Forum LLAJ Kabupaten Mojokerto Perkuat Kolaborasi Penanganan Blackspot di Jalan Pemuda Seduri Mojosari

Mojokerto, 23 September 2026 — Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Mojokerto memperkuat sinergi lintas instansi dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas melalui pembahasan dan penanganan daerah rawan kecelakaan atau blackspot di Jalan Pemuda, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Rapat Forum LLAJ yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sat Lantas Polres Mojokerto pada Rabu, 23 September 2026, membahas kondisi blackspot tahun 2025 dan 2026 sekaligus merumuskan langkah penanganan secara terpadu bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam rapat tersebut, berbagai faktor yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan menjadi perhatian bersama, antara lain keterbatasan penerangan akibat pohon yang menutupi Penerangan Jalan Umum (PJU), aktivitas parkir kendaraan di badan jalan, keberadaan usaha baru yang memunculkan kantong parkir, kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi, perilaku melawan arus, serta konflik antara sepeda motor dan kendaraan berat.
Forum juga mencatat bahwa Jalan Pemuda merupakan jalur provinsi dengan bentang blackspot sekitar 2,181 kilometer, mulai dari kawasan Klenteng hingga Jembatan Ngrame. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pengaturan lalu lintas dan peningkatan kesadaran pengguna jalan.

Sinergi Lintas Instansi

Penanganan blackspot tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain Sat Lantas Polres Mojokerto, DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Provinsi Jawa Timur, DLH Kabupaten Mojokerto, UPTP3 LLAJ Provinsi Jawa Timur, PUPR Kabupaten Mojokerto, serta Kantor Pelayanan Jasa Raharja Kabupaten Mojokerto.

Sejumlah langkah tindak lanjut yang disepakati meliputi pemangkasan dan perampingan pohon besar yang menghalangi penerangan PJU, pengecekan dan perbaikan PJU, pemasangan rambu batas kecepatan, serta rencana pemasangan rumble strip dan zebra cross. Forum juga menyepakati perlunya kolaborasi lintas instansi dalam pemeliharaan dan peningkatan keselamatan pada jalur tersebut.
Dari sisi pengaturan lalu lintas, forum mendorong penertiban kendaraan yang parkir sembarangan, khususnya kendaraan berat, pengendalian manuver kendaraan, serta pengaturan waktu operasional kendaraan berat untuk mengurangi potensi konflik dengan sepeda motor dan aktivitas masyarakat. Edukasi kepada pengguna jalan juga menjadi bagian penting dalam strategi penanganan.

Jasa Raharja Dorong Penguatan Edukasi dan Data Keselamatan

Dalam forum tersebut, Jasa Raharja Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa sejak 2025 telah dilakukan koordinasi terkait sejumlah faktor penyebab kecelakaan di Jalan Pemuda Seduri Mojosari, khususnya terkait penerangan PJU yang terhalang pohon dan banyaknya kendaraan yang parkir di sepanjang jalan.

Jasa Raharja juga menekankan pentingnya aspek perilaku pengguna jalan sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan. Edukasi akan didorong melalui aparatur desa agar pesan keselamatan dapat diteruskan kepada masyarakat. Selain itu, Jasa Raharja melakukan pendataan berbasis domisili korban kecelakaan sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan keselamatan lalu lintas.

Fokus pada Pencegahan dan Edukasi Generasi Muda

Sebagai tindak lanjut rapat, Forum LLAJ menyepakati beberapa langkah prioritas, yaitu pemangkasan pohon besar untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang yang dapat memicu kecelakaan, pemasangan spanduk imbauan pada jalur blackspot, serta pelaksanaan edukasi keselamatan kepada siswa SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Mojosari yang melintasi kawasan tersebut.

Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan dan pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pengelola jalan, instansi teknis, Jasa Raharja, serta masyarakat, penanganan blackspot di Jalan Pemuda Seduri Mojosari diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan aspek keselamatan infrastruktur maupun perubahan perilaku pengguna jalan.

Keselamatan lalu lintas bukan hanya tentang memperbaiki jalan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan berkendara yang aman dan membangun budaya tertib berlalu lintas secara bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *