
Dalam upaya meningkatkan keselamatan masyarakat serta menekan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) pada Kamis (20/3) di Gedung Pancasila, Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas.
Kegiatan ini digelar oleh Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Kuala Kapuas, Yosua Martin Sutikno, dan diikuti oleh perangkat desa serta masyarakat setempat. Peserta mendapat pembekalan langsung dari tenaga medis berpengalaman, yaitu Kepala Puskesmas Basarang dr. Gusti Dewi Sartika, Putu Partini, S.Kep, Ners, dan Wayan Triarta, Amd. Kep.
Dalam pelatihan, masyarakat mempelajari teori sekaligus praktik dasar pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka, patah tulang, hingga resusitasi jantung paru (RJP). Peserta juga diberi pemahaman mengenai penggunaan peralatan medis sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, agar dapat segera dimanfaatkan saat kondisi darurat.
Selain itu, Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas turut memberikan materi tentang penanganan awal kecelakaan lalu lintas. Kepolisian menekankan pentingnya melapor melalui emergency call 101, serta mengajarkan cara mengamankan posisi korban dan kendaraan di lokasi kejadian guna mendukung proses penyelidikan.
Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Kuala Kapuas, Yosua Martin Sutikno, menegaskan bahwa Jasa Raharja berkomitmen aktif menekan angka kecelakaan dan tingkat fatalitas melalui kegiatan edukatif. “Kami berharap pelatihan ini mendorong masyarakat untuk berperan aktif memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan. Dengan demikian, risiko kematian dapat diminimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Pelatihan PPGD ini merupakan langkah awal dalam membangun kesadaran pentingnya pertolongan pertama di masyarakat. Kami ingin mendorong kolaborasi antara Jasa Raharja, perangkat desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar bersama-sama meningkatkan keselamatan, khususnya di daerah rawan kecelakaan. Harapannya, masyarakat juga dapat berperan sebagai relawan PPGD di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan menangani situasi darurat, sehingga mampu menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak fatal akibat kecelakaan lalu lintas.
